Dkpp.Ntn. Program penyerahan bantuan pertanian, penanaman cabai secara simbolis, dan praktek pembuatan biosaka oleh Gubernur Kepulauan Riau di Desa Semedang Kecamatan Bunguran Batubi, Selasa (15/08). Program tersebut menurut Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dalam sambutannya yaitu pemberian bantuan pertanian ini dilakukan dalam rangka untuk menuju swasembada pertanian, cabai menjadi prioritas utama dalam swasembada pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan kebutuhan cabai untuk Provinsi Kepuluan Riau rata-rata 700 ton perbulan. Sementara yang diproduksi 550-600 ton, jadi Provinsi Kepuluan Riau minus cabai 100 ton. Namun jumlah cabai yang diproduksi saat ini lebih baik dari sebelumnya yang hanya 350 ton. Hal ini yang menjadi penyebab inflasi di Kepulauan Riau. Angka inflasi sekarang di Kepulauan Riau rata-rata perbulan sekarang 2,99%. jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 5,81%.
Menurut beliau, perlu adanya kerjasama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) “Setelah kebutuhan cabai di Kepulauan Riau sudah terpenuhi, kita bisa stop memproduksi cabai dari luar. Supaya harga ditingkat petani dapat dikendalikan dengan baik, supaya tidak terjadi fluktuasi ketika panen cabai menurun. Maka tugas ini perlu adanya kerjasama antara Dkpp dengan Disperindag agar data mengenai kebutuhan cabai sinkron” harapan beliau.

Lebih lanjut dijelaskan selain meningkatkan produksi cabai, perlu adanya bantuan bibit dan pupuk untuk menciptakan swasembada pertanian. Adapun bantuan pertanian yang diberikan kepada petani Natuna oleh Gubernur Kepulauan Riau diantaranya benih cabai untuk 16 kelompok tani, pupuk NPK untuk 16 kelompok tani, pupuk organik untuk 19 kelompok tani, Mulsa (plastik) untuk 16 kelompok tani, benih padi inpari 54 hektar untuk 10 kelompok tani, dan benih nutrizink 34 hektar untuk 11 kelompok tani.
(NS-DKPP)

